Ayah…..
Masih ada seribusatu keluh didada
Masih ada segumpal angan di hati
Namun tak sempat jua bibir ini mampu berujar
Kamu tlah pergi.
Pergi meninggalkan luka nan perih
Jiwa ku,jiwa kami,mengorak gemuruh
Menjerit menyayat karna pergimu.
Ayah…
Pelukan terahir yang pernah aku harap darimu
Pupus sudah,
hilang sirna bersama tanah merah pusaramu
Tangisku pecah di papan legam berlukis namamu
Jeritku melolong,
remuk di lahat yang menantimu,
Namun tak sedenting jua kau dengar teriakku.
Ayah…
Mengapa begitu cepat kau tinggalkan aku,
Tak ada setitik rindukah di hatimu untukku
Adakah gerangan terlalu banyak dosaku untukmu?
Sehingga tak sepatah katapun jua ,
Salam perpisahan untukku sekalipun.
Ayah…
Mulutku kaku,
Mataku nanar menghadapi kenyataan ini.
Kenyataan bahwa kamu benar-benar tlah tiada.
Di ujung tangis ku,,
Sebentuk doa kupanjatkan kehadirat ilahi
Kiranya engkau damai disana,
Berjubahkan lenan berhiaskan bahagiamu.
Ayah…
Selamat jalan ayah
Selamat menjalani kehidupan barumu disana.
Engkau adalah lelaki terhebat
Yang pernah aku kenal.
Aku menyayangimu
Disepanjang hidupku
PGGS 13 Pebruari 2009
0 Comments